Pembukaan Monitoring Implementasi SIADPA Plus Pengadilan Agama Se-Provinsi Riau oleh Ketua PTA Pekanbaru, Drs. H. Mahyiddin Usman, MA

Pekanbaru - Aplikasi SIADPA mempunyai peran penting dalam mengoptimalkan penerapan Pola Bindalmin di lingkungan Peradilan Agama. Aplikasi SIADPA telah dirasakan manfaatnya dalam rangka penyelarasan Pola Bindalmin dan pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang tugas pokok.

Keberadaan aplikasi SIADPA di lingkungan peradilan agama telah mendapatkan payung hukum yang kuat dengan dikeluarnya Pedoman pelaksanaan Tugas Administrasi Peradilan Agama Buku II Edisi Revisi Tahun 2010 yang menegaskan bahwa aplikasi SIADPA menjadi bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas administrasi peradilan.

Sebelumnya, telah dikeluarkan instruksi tentang pemanfaatan aplikasi SIADPA sebagai pendamping Pola Bindalmin pada peradilan agama di seluruh Indonesia sebagaimana termuat dalam Surat Nomor 12/TUADA/AG/2007 tertanggal 27 September 2007. Yang kemudian juga dikuatkan kembali dengan suratnya nomor 07/TUADA-AG/IX/2011 tertanggal 19 September 2011 tentang Optimalisasi Penggunaan Aplikasi SIADPA Plus.

Anggota Timnas SIADPA Plus  yang terdiri dari Daud Al-Wadud, SE, MM (tengah) Rosmadi (paling kanan) dan Dika Andrian, S.Kom (kiri) sedang mengenalkan SIADPA Plus secara umum

Dalam rangka optimalisasi penggunaan aplikasi SIADPA Plus itu, Senin, (4/6/2012) dua delegasi dari PA Pangkalan Kerinci berkesempatan mengikuti pelatihan implementasi SIADPA Plus program DDTK di Aula PTA Pekanbaru. Mereka adalah Imdad, SHI (Hakim/Admin SIADPA Plus) dan Candra Gunawan (Staff/Admin SIADPA Plus) berdasarkan surat tugas dari Ketua PA Pangkalan Kerinci Nomor : W4-A15/520/K/KP.01.1/VI/2012 tanggal 01 Juni 2012.

Acara yang di gagas oleh tim SIADPA Plus PTA Pekanbaru itu berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 4 Juni s/d 5 Juni 2012 dengan mendatangkan tutor atau narasumber langsung dari tim SIADPA Plus Nasional atau yang lebih dikenal dengan Timnas SIADPA Plus  yang terdiri dari Daud Al-Wadud, SE, MM, Rosmadi dan Dika Andrian, S.Kom dengan sistem pelatihan DDTK (diklat di tempat kerja) dan diikuti oleh 10 pengadilan agama se-Provinsi Riau plus PTA Pekanbaru.

Tepat pukul 08.30, acara bertajuk “Monitoring Implementasi SIADPA Plus Pengadilan Agama se-Provinsi Riau” itu diawali dengan penyampaian laporan dari panitia penyelenggara yang secara khusus disampaikan oleh Syaharuddin, S.Ag, SH (Panmud Hukum PTA Pekanbaru). Syaharuddin menyampaikan bahwa terselenggaranya acara ini adalah tindak lanjut dari surat Sekretaris Dirjen Badilag Nomor : 0824/DJA.1/HM.00/V/2012 tanggal 25 Mei 2012 Perihal Monitoring Implementasi SIADPA Plus. “Pasang surut perkembangan TI khususnya implementasi SIADPA Plus di wilayah hukum PTA Pekanbaru menjadi persoalan serius yang perlu mendapat respon dengan segera”, terangnya. Lebih lanjut Panmud Hukum PTA Pekanbaru itu menyampaikan bahwa pelatihan dengan format DDTK dipilih agar para peserta dapat dengan cepat menyerap ilmu dari para narasumber dan tutor. “Semoga para peserta pelatihan dapat mengikuti acara ini dengan serius dan selanjutnya menerapkannya di satuan kerja masing-masing”, pintanya.

Para peserta program DDTK SIADPA Plus sedang mengikuti acara pembukaan

Sebelum dibuka secara resmi oleh Ketua PTA Pekanbaru, Rosmadi (Kasi Laboratorium SIADPA Plus Nasional) mewakili narasumber menegaskan bahwa sebenarnya SIADPA Plus bulan merupakan barang baru. “SIADPA Plus adalah pengembangan dari SIADPA lama yang sudah lama ada dan dipakai oleh satker-satker di seluruh Indonesia, ujarnya. Lebih lanjut orang yang bertangung jawab terhadap monitoring implementasi SIADPA Plus Pengadilan Agama di seluruh Indonesia ini menghimbau agar SIADPA Plus betul-betul diimplementasikan secara menyeluruh, mulai dari proses pendaftaran hingga pelaporan perkara guna menjunjang penerapan pola Bindalmin. Upload SIADPA Plus ke http://infoperkara.badilag.net/ juga merupakan bagian penting yang ditekankan oleh narasumber untuk dilakukan oleh admin SIADPA Plus di masing-masing pengadilan agama agar Timnas SIADPA Plus  dapat memantau perkembangan SIADPA Plus di setiap satker. “Implementasi SIADPA Plus di setiap satker akan terus kita pantau, detik per detik”, ujarnya dengan serius.

Akhirnya, tepat pukul 09.30, Ketua PTA Pekanbaru, Drs. H. Mahyiddin Usman, MA secara resmi membuka DDTK SIADPA Plus Pengadilan Agama Se-Provinsi Riau dengan harapan agar ilmu yang didapat dapat ditularkan di satuan kerja masing-masing, sehingga implementasi SIADPA Plus di wilayah hukum PTA Pekanbaru dapat berkembang dengan baik seiring perkembangan SIADPA Plus di seluruh pengadilan agama di Indonesia. [imd]

{jcomments on}