alt

Jika selama ini kita telah mengenal dan melakukan program Justicefor all (keadilan untuk semua),khususnya pelayanan terhadap pihak yang tidak mampu (prodeo) dan sidang keliling, yaitu sejak di eraDirjen Badilag bapak Drs. Wahyu Widiana, M.A.,maka sekarang dimunculkan program layanan ONE DAY SERVICE, ONE DAY FINISH, (pelayanan satu hari, dan satu hari selesai).

Hal tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru (bapak DR. H. A. Choiri, S.H., M.H.,) ketika berkunjung ke Pengadilan Agama Tanjungpinang pada tanggal 21 s.d 23 Agustus 2017, selaku Ketua Tim Audit dalam rangka kepindahan Ketua Pengadilan Agama Tanjungpinang. Untuk dimaklumi beliau baru dilantik pada tanggal 2 Agustus 2017 yang lalu, dan baru pertama kali Pengadilan Agama yang beliau kunjungi sejak pelantikannya tersebut.

Gagasan yang beliau lontarkan tersebut merujuk kepada pengalaman beliau ketika menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Pamekasan dan Sumenep (wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Jawa Timur), dan juga fakta yang beliau saksikan sendiri kondisi geografis pulau-pulau terpencil di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jika dilihat radius di Pengadilan Agama Tanjungpinang ada yang menembus angka Rp.2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah) untuk sekali panggilan di daerah pulau sangat sulit, dan hal tersebut nyatanya belum ada perkara yang menggunakan radius tersebut, tetapi dalam praktiknya para pihak yang ada dari daerah tersebut mengambil domisili di tempat yang lebih dekat dengan Pengadilan Agama Tanjungpinang. Dan praktik seperti ini tidak mungkin akan dipertahankan terus, karena sistim administrasi kependudukan yang semakin ketat ke depannya. Misalnya perkara Cerai Gugatpihak Penggugat harus menyiapkan panjar biaya perkara minimal 5 x Rp.2.500.000,00 + Rp.91.000,00 = Rp.12.591.000,00 (dua belas juta lima ratus sembilan puluh satu ribu rupiah), dan untuk perkara Cerai Talak pihak Pemohon harus menyiapkan panjar biaya perkara minimal 7 x Rp.2.500.000,00 + Rp.91.000,00 = Rp.17.591.000,00 (tujuh belas juta lima ratus sembilan puluh satu ribu rupiah). Seandainya pun akan dilaksanakan sidang keliling ke daerah tersebut akan memakan waktu berhari-hari, disamping juga membahayakan keselamatan aparat peradilan (Hakim, Panitera Sidang, Jurusita dan lain-lain), karena harus mengarungi lautan lepas dengan gelombang tinggi. Dan hal ini jelas tidak sesuai dengan asas proses perkara yang sederhana, cepat dan biaya ringan.

Atas dasar hal tersebut di atas, beliau mewacanakan supaya ada ONE DAY SERVICE, ONE DAY FINISH, (pelayanan satu hari, dan satu hari selesai), dengan langkah-langkah dan persyaratan sebagai berikut:

1.Pengadilan Agama menyurati Pemerintahan setempat, seperti Camat, Kepala Desa atau yang lainnya, dengan menginformasikan jika ada warganya yang akan bercerai di Pengadilan Agama;
2.Para pihak suami dan istri memang sudah sama-sama mau bercerai, dan tidak mungkin lagi rumah tangganya untuk dipertahankan;
3.Para pihak suami istri harus langsung datang ke Pengadilan Agama;
4.Perkara masuk langsung didaftarkan;
5.Perkara langsung disidangkan hari itu juga, dengan dititipkan / disisipkan kepada Majelis Hakim yang bersidang pada hari itu;
6.Perkara langsung diputuskan;
7.Jika para pihak sudah menerima dengan putusan tersebut, maka berarti putusan sudah langsung Berkekuatan Hukum Tetap (inkracht);
8.Jika perkaranya Cerai Talak, bisa langsung dilaksanakan Ikrar Talaknya;
9.Dan bisa langsung diterbitkan Akta Cerainya oleh Panitera;

Demikian tatacara dan syarat-syarat yang harus ditempuh dengan sistem ONE DAY SERVICE, ONE DAY FINISH, (pelayanan satu hari, dan satu hari selesai).

Hal tersebut disampaikannya di depan para Hakim, Panitera Sidang, Jurusita, dan seluruh Pegawai Pengadilan Agama Tanjungpinang. Sekaligus menyampaikan sosialisasi Perma No. 3 Tahun 2017 tentang Penanganan Wanita yang Berhadapan dengan Hukum, kemudian beliau beserta anggota tim juga melakukan monitoring atas hasil pengawasan sebelumnya, dan juga evaluasi persiapan Akreditasi Pengadilan Agama Tanjungpinang.

Turut hadir dalam rombongan tim tersebut yaitu Hakim Tinggi (Drs. Lefni, MD,. M.H.,), Sekretaris PTA (Yohan Fauzi Yulises, S.Ag., M.H.), dan Kabag Keuangan (Saiful Anwar, S.E., M.H.), serta 2 (dua) orang Panitera Pengganti PTA Pekanbaru, yaitu Drs. Zulkifli dan Hanifah Anom, S.H., M.H. (Tim IT PA.TPI)

{jcomments on}