Tujuh program prioritas pembaruan peradilan agama : penyelesaian perkara, manajemen SDM, pengelolaan website, pelayanan publik dan meja informasi, implementasi SIADPA, pengawasan dan “justice for all” | 8 Area Perubahan Dalam Pelaksanaan Reformasi Birokrasi : 1. Pola Pikir dan Budaya Kerja, 2. Penataan Peraturan Perundang-undangan, 3. Penataan dan Penguatan Organisasi, 4. Penataan Tatalaksana, 5. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur, 6. Penguatan Pengawasan, 7. Penguatan Akuntabilitas Kinerja, 8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

KETUA

PANITERA & SEKRETARIS
VALIDASI AMAR PUTUSAN PA

BMN


 



PENGADAAN BARANG & JASA

JUMLAH PENGUNJUNG
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini29
mod_vvisit_counterKemarin213
mod_vvisit_counterMinggu Ini242
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2700
mod_vvisit_counterBulan Ini10426
mod_vvisit_counterBulan Lalu14469
mod_vvisit_counterTotal1591826

Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 54.196.31.117
,
Now is: 2018-07-23 03:32


                    

postheadericon :: Fokus ::

postheadericon :: Seputar PTA Pekanbaru::

 

postheadericon PERINGATAN ISRA MI'RAJ DAN MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1439 H

Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

alt

Dr. H. Mawardi Muhammad Sholeh, Lc., M.A memberikan tausiyah
Bertempat di Ruang sidang utama Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, Rabu tanggal 18 April 2018 pukul 09.30 WIB, Pengurus Mushalla Al Mahkamah mengadakan tausiyah agama untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H dengan menghadirkan ustadz Dr. H. Mawardi Muhammad Sholeh, Lc., M.A
Dalam tausiyah beliau menyampaikan bahwa Allah tidak akan memberikan perintah kecuali karena ada kebaikan di dalamnya dan Allah memberikan larangan pada suatu hal karena ada mudharat bagi kehidupan manusia.
Allah berfirman pada Q.S. At-Taubah: 36 "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
Dalam ayat yang tersebut di atas, Allah mengajarkan kepada manusia bahwa Dia Maha Kuasa dan Maha memiliki satu waktu bernama tahun. Dalam satu tahun ada dua belas bulan.
Beliau menambahkan bahwa di antara dua belas bulan tersebut terdapat bulan-bulan istimewa menurut Allah yang disebut sebagai bulan-bulan haram. Bulan istimewa tersebut berjumlah empat, dan nama-namanya telah dijelaskan di dalam sabda Nabi berikut:
"Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya'ban." (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).
Kemuliaan bulan ini adalah lebih terjaganya bulan ini dari kemaksiatan dan meningkatnya kembali amal-amal shalih kaum muslimin. Kemaksiatan yang dilakukan di dalamnya dosanya lebih besar, dan sebaliknya amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya lebih besar pahalanya.
alt
Seorang muslim maka selayaknya ketika masuk bulan haram hendaknya lebih ekstra berhati-hati dalam tindak kemaksiatan. Maka demikianlah Allah berfirman dalam ayat di atas yang artinya: "...........maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."€ Maksudnya adalah jangan sampai kita berbuat maksiat sehingga kita mendapatkan dosa yang berlipat di bulan ini. Kemaksiatan yang dilakukan di bulan ini dosanya lebih besar daripada kemaksiatan di bulan lain.
Ibnu 'Abbas mengatakan, "€Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak." (Latho-if Al Ma'arif, 207).
Dalam ceramahnya, Ustadz Mawardi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang peristiwa Isra Mi'raj yang intinya, peristiwa Isra Mi'raj semestinya dipercaya muslim muslimat dengan iman bukan dengan akal. Secara umum, kisah yang menakjubkan ini disebutkan dalam QS. Al-Isra` : 1 "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".
Dari peristiwa ini juga dapat jadi teladan hidup seorang mukmin yang hatinya bergantung ke mesjid sebagai rumah Allah. Seorang mukmin harus terus semangat belajar mencari ilmu agar dapat mengenal kebesaran dzat Allah sehingga dapat beribadah lebih baik lagi. Maka manusia sebagai makhluk berakal semestinya selalu mengingat kebesaran Allah dan meyebut namanya dilidah dan dihati. ( Humas PTA Pekanbaru )
 

Tulis Komentar Disini

Security code
Refresh

postheadericon GRAFIK PERKARA BANDING PTA PEKANBARU BULAN APRIL 2018

postheadericon UCAPAN DUKA CITA

WAKIL KETUA

HAKIM & PEGAWAI
Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5
TANGGAL HIJRIAH

ATURAN PRILAKU

PILIH BAHASA


PENCARIAN
LINK

 
 
 
 
 

Lihat Index Berita
---------------------->

PENGUMUMAN LELANG

LINK OPEN MAIL PTA

PETA PTA PEKANBARU

YAH00 MASSENGER

Admin

 

Redaksi

JADWAL SHOLAT