Pangkalan Kerinci, Rabu 10 Januari 2024

Awal tahun 2024, banyak bagian Indonesia yang tergenang oleh hujan. Curah hujan yang cukup tinggi sejak akhir tahun lalu dan limpahan air dari PLTA Koto Panjang mengakibatkan beberapa titik jalan lumpuh total dan sebagian lahan masyarakat juga kebagian macet produktivitasnya.

Beberapa desa di kabupaten Pelalawan seperti di kecamatan Langgam, Pelalawan, Ukui, Kerumutan yang termasuk wilayah hukum Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci tidak dapat dilalui seperti biasanya, dikarenakan debit air yang menggenangi jalan lintasnya menenggelamkan akses lintas tersebut, impact dari masih tingginya elevasi air sungai Kampar. Kondisi ini pernah terjadi pada tahun 2018 silam, dengan intensitas debit setinggi 4.5m, namun kini kembali terjadi meskipun masih setinggi 4.22m .

Imbasnya, para pihak daerah-daerah tersebut harus menunggu surut air sedikit agar dapat datang ke Kota Kabupaten Pelalawan agar dapat menuntaskan kebutuhan mereka, seperti pengaduan dan pendaftaran perkara di Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci, karena kebanyakan dari mereka menelpon nomor pelayanan untuk informasi dan menyatakan belum dapat hadir untuk memenuhi kelengkapan administrasi persyaratan perkara.

Ketua PA Pangkalan Kerinci dalam sebuah sambutannya pada para pegawainya menyampaikan bahwa akan memberikan solusi bagi para pihak yang terhambat akibat bencana alam tersebut, sehingga hak nya dalam persidangan tetap didapatkan, dan semoga genangan air sepanjang akses jalan lintas masyarakat dapat segera mereda sehingga dapat berjalan aktivitas seperti biasanya kembali. Hal ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sebab Ketua PA Pangkalan Kerinci pun sudah secara langsung terjun bersama korfompinda memasuki lokasi titik banjir yang menghalangi akses masyarakat ke Kota Kabupaten. (SR_Pkc)