Berita PA Bengkalis || www.pa-bengkalis.go.id

Jumat, 17 Mei 2024 Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM yang telah dilaksanakan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang ada dibawahnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan membentuk SDM aparatur peradilan yang profesional. Salah satu area perubahan yang bertujuan pada Reformasi Birokrasi adalah terwujudnya Pola Pikir (Mind Set) dan Budaya Kerja (Culture Set) dimana kedua hal tersebut selaras dengan tata nilai Mahkamah Agung. Implementasi dari hal tersebut akan terlaksana jika mucul dari dalam internal individu-individu bukan karena faktor eksternal. Untuk membentuk Birokrat dan Birokrasi yang efektif, efisien dan produktif serta professional maka penerapan nilai-nilai organisasi yang diyakini kebenarannya harus menjadi dasar pelaksanaan tusi sehari-hari di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang ada dibawahnya. Oleh karena itu 8 nilai utama Mahkamah Agung harus tertancap kuat dan diimplementasikan dalam pikiran, ucapan serta tindakan setiap individu dalam kehidupan berorganisasi dengan pola pikir yang melayani masyarakat, profesionalitas kinerja yang tinggi dan berorientasi pada hasil.

8 Nilai Utama Mahkamah Agung adalah :

Kemandirian

Integritas

Kejujuran

Akuntabilitas

Responsibilitas

Keterbukaan

Ketidakberpihakan

Perlakuan yang sama dihadapan hukum

Dalam 8 (delapan) nilai-nilai Organisasi Mahkamah Agung Integritas menempati urutan keduaseolah menegaskan akan pentingnya sebuah kemandirian.

Integritas (Pasal 24A ayat (2) UUD 1945; Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman). Perilaku Hakim harus dapat menjadi teladan bagi Masyarakatnya. Perilaku Hakim yang Jujur dan Adil dalam menjalankan tugasnya, akan menumbuhkan kepercayaan Masyarakat akan Kredibilitas Putusan yang kemudian dibuatnya.

Integritas dan Kejujuran harus menjiwai pelaksanaan Tugas Aparatur Peradilan.

Makna Integritas adalah bertindak secara konsisten antara perkataan dengan perbuatan, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut. Kunci utama untuk berintegritas adalah “HATI”, jika hati seseorang itu baik, maka bisa dipastikan prilakunya akan baik. Ada 5 karakter untuk terciptanya Integritas yang tinggi, yaitu:

Ramah terhadap orang lain

Saling menghormati

Jujur

Bekerja keras

Bertanggung jawab

Integritas merupakan modal yang tertanam dalam jiwa kita dan diimplemetasikan dalam perbuatan kita dengan menerapkan pendirian yang teguh, patuh, konsisten dan tidak tergoyahkan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan komitmen dan berbagai ketentuan yang berlaku.

***(Tim Redaksi PA Bengkalis)***