Ujung Tanjung, (Selasa, 25 Oktober 2022). Bertempat di lorong unik yang bersebelahan dengan ruang sidang, dengan penuh kegembiraan Ketua dan seluruh keluarga besar PA Ujung Tanjung bersama menikmati hidangan makan siang yang telah disiapkan para kaum hawa PA yang bersama sama memasak untuk hidangan makan siang hasil dari donasi para dermawan. Pentingnya menjaga kebersamaan antara sesama pegawai sehingga menimbulkan soliditas dan solidaritas apalagi pegawai yang notabenenya berasal dari daerah yang berbeda. Selain tidak lepas dari sifat manusia yang merupakan mahluk sosial, juga karena faktor tuntutan kerja yang mana dilakukan untuk membangun keakraban, kekompakan atar team atau yang lainnya. Salah satu jalan untuk memupuk rasa pertemanan dan merekatkan silaturahmi dengan teman atau rekanan adalah dengan agenda makan Bersama.sesuai dengan nilai Islam, kegiatan makan bersama sudah menjadi kegiatan yang biasa dilakukan dan menjadi budaya di Pengadilan Agama Ujung Tanjung. Sebagai makhluk sosial, manusia ditakdirkan tidak dapat hidup sendiri. Setiap manusia pasti membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup, berbagi dapat menularkan energi positif kepada diri sendiri dan orang lain.

Pengalaman yang akan sulit terlupakan ketika bisa bersama sama makan dengan lauk seadanya dan semua itu terwujud dari dana secara sukarela yang kemudian menjadikan betapa tingginya nilai kebersamaan, Ketua, Hakim, Panitera  sekertaris dan seluruh pegawai baik Pejabat Fungsional maupun Struktural, PNS,PPNPN dan anak anak magang bergabung bersama, selain menghilangkan  rasa lapar yang terpenting makan bersama ini adalah moment memupuk kekompakan dan kekeluargaan, begitu tegas pak ketua di sela sela menyantap hidangan.

Makan bersama menjadi suatu bentuk mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan berkah yang tidak pernah putus. Makan bersama merupakan momen special yang sengaja dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama. Sebagai bukti syukur atas nikmat sehat dan berkumpul bersama sahabat dan teman. Tradisi makan bersama diriwayatkan oleh Wahsyi Bin Harb dan diriwayatkan oleh Abu Dawud disebutkan : yang Artinya: Bahwasannya para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: (Mengapa) kita makan tetapi tidak kenyang? Rasulullah balik bertanya: Apakah kalian makan sendiri-sendiri? Mereka menjawab: Ya (kami makan sendiri-sendiri). Rasulullah pun menjawab: Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua. (HR Abu Dawud)

Dan makna yang bisa diambil dari kegiatan makan bersama dengan teman atau team adalah untuk membangun karakter, kebersamaan dan egaliterian. Untuk bisa merasa satu nasib satu sepenanggungan satu rasa. Tidak ada beda pembagian antara mereka yang memberi banyak atau sedikit, antara pemilik beras atau pemilik nampan, antara yang masak nasi dan yang menunggu tungku. Semua sama makan yang sama dalam waktu dan ruang yang sama. Hal ini juga bisa menjadi latihan praktis untuk menghindarkan dari sifat kikir dan bakhil. Inilah yang di kemudian hari menjadi salah satu bahan pengawet kerukunan antar mereka. Perbedaan prinsip, pendapat dan pendapatan tidak akan mampu menggoyahkan rasa kekeluargaan  "Tak akan pernah ada sejarah menuliskan seorang manusia menyesal untuk berbagi. Setiap manusia justru akan merasakan nikmat dunia yang sesungguhnya setelah berbagi."( By.Laelahelmi )