
Ilustrasipalu sidang pengadilan
Pada hari Kamis, 11 Juni 2015, warga Pengadilan Agama Batam dikejutkan dengan kejadian penusukan oleh oknum suami terhadap istrinya yang awalnya hendak mengikuti proses persidangan. Mengutip dari informasi yang dihimpun Tim Redaktur badilag.net http://www.badilag.net/seputar-ditjen-badilag/seputar-ditjen-badilag/ini-kronologi-lengkap-tragedi-berdarah-di-pa-batamdiketahui pelaku bernama Rahmat dan korban bernama Sri Astuti yang ternyata adalah pasangan suami-istri dan akan mengikuti persidangan perceraian dengan agenda mendengarkan hasil mediasi.
Sebelum persidangan tidak ada tanda-tanda keributan apapun. Sri dan Umi duduk berhadapan. Kemudian Rahmat mendekati para korban, tanpa ada pertengkaran atau cekcok. Tiba-tiba, tanpa diduga, Rahmat menusukkan pisau ke tubuh Sri, dari pinggang hingga ke perut sampai ususnya terurai. Umi seketika itu mencoba untuk melerai, tapi justru Rahmat semakin brutal. Ia menghujamkan pisaunya ke punggung Umi berkali-kali. Sri Astuti kemudian dibawa ke RS Awal Bros, sedangkan Umi Khoiriyah dan Rahmat dibawa ke RS Otorita Batam. Umi akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan, informasi terakhir sampai Jumat pagi, 12 Juni 2015, Sri dalam keadaan koma dan Rahmat dalam kondisi kritis.
Atas tragedi tersebut, Bakhtiar, SH selaku Panitera/Sekretaris PA Dabo Singkep menyampaikan keprihatinannya. “Kami warga PA Dabo Singkep turut prihatin atas tragedi penusukan yang terjadi di PA Batam. Semoga kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bersama, terutama dalam hal pengamanan secara ketat di lingkungan pengadilan”, demikian dikatakan Bakhtiar.
Disinggung tentang situasi dan kondisi satkernya selama ini, Bakhtiar menyampaikan bahwa kejadian seperti di PA Batam tersebut belum pernah terjadi di PA Dabo Singkep. “Selama saya bertugas di PA Dabo Singkep, tidak pernah terjadi tindakan kriminal yang dilakukan para pihak yang berperkara di kantor ini. Semoga di PA Dabo Singkep selalu aman”, ujarnya.
Meskipun demikian, Bakhtiar mengingatkan bahwa pengamanan di PA Dabo Singkep dapat terus ditingkatkan. “Kantor ini mempunyai 3 orang sekuriti yang bekerja bergiliran siang dan malam. Guna antisipasi, ke depan pengamanan di PA Dabo Singkep harus lebih ketat. Penggunaan metal detector terhadap barang bawaan para pihak yang berperkara harus difungsikan secara maksimal. Jangan sampai ada pihak yang membawa senjata tajam ke ruang sidang. Kita tidak ingin tragedi terjadi di kantor ini”, harapnya. (By. H. Rahmat)
{jcomments on}

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

