Pangkalan Kerinci, Rabu 15 Oktober 2025

Dalam rangka memperkuat komitmen bersama menuju terwujudnya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci menggelar Rapat Zona Integritas (ZI) pada Rabu 15 Oktober 2025 bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci, Bapak Ali Muhtarom, S.H.I., M.H.I., dan dihadiri oleh Wakil Ketua, para Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta seluruh pegawai.

Dalam arahannya, Ketua Pengadilan Agama menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan upaya nyata dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan profesionalisme di lingkungan peradilan.

“Kita semua harus memiliki komitmen yang sama untuk bekerja dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. WBK dan WBBM bukanlah tujuan akhir, tetapi cerminan dari budaya kerja yang bersih dan pelayanan publik yang prima,” ujar beliau.

Rapat tersebut membahas berbagai langkah strategis yang akan ditempuh oleh masing-masing Area Perubahan Zona Integritas, antara lain manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Setiap koordinator area diberikan kesempatan untuk memaparkan progres kegiatan, kendala yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Melalui rapat ini, diharapkan koordinasi antar-area semakin solid dalam mendukung terwujudnya Zona Integritas di lingkungan Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci.

Sebagai penutup, Ketua Pengadilan Agama mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.

“Mari kita wujudkan Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci sebagai lembaga peradilan yang terpercaya, bersih, dan melayani,” pungkasnya. Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan semangat perubahan dan komitmen terhadap reformasi birokrasi semakin kuat, sehingga cita-cita meraih predikat WBK dan WBBM dapat terwujud.