Tembilahan — Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat jelas saat para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pengadilan Agama Tembilahan mengikuti kegiatan Bimbingan Mental (Bimtal) yang digelar pada Kamis Sore, 13 November 2025.

 Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan rohani dan karakter ASN agar senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas.

Bimtal kali ini mengangkat tema Kiat-Kiat Tata Cara Sholat yang Benar dan Mari Kita Selalu Bersyukur atas Segala Nikmat yang Telah Allah Berikan” yang disampaikan oleh Ustaz Amry Saputra, S.H, Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya memahami tata cara sholat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Beliau menekankan beberapa poin penting:

  • Niat yang benar: Sholat harus diawali dengan niat yang tulus karena Allah semata.
  • Gerakan dan bacaan sesuai sunnah: Setiap gerakan dan bacaan dalam sholat memiliki makna dan aturan yang harus diperhatikan.
  • Khusyu’ dalam sholat: Fokus dan ketenangan hati menjadi kunci agar sholat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, sesi kedua mengangkat tema bersyukur atas nikmat Allah. Ustadz Amry Saputra, S.H mengingatkan bahwa rasa syukur adalah bentuk pengakuan atas karunia Allah yang tak terhingga, mulai dari kesehatan, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah.

“Siapa yang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatnya. Jangan sampai kita lalai dan merasa kurang, padahal nikmat-Nya melimpah,” ujar beliau dalam tausiyahnya.

Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Pengadilan Agama Tembilahan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, mulai dari pimpinan hingga staf pelaksana. Mereka tampak khusyuk mendengarkan materi yang disampaikan Ustadz.

Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, Ahmad Syafruddin, S.H.I., M.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimtal merupakan agenda rutin yang bertujuan memperkuat mental dan spiritual ASN agar tetap tangguh menghadapi tantangan pekerjaan. “Kami ingin seluruh pegawai memiliki keseimbangan antara kompetensi teknis dan kekuatan rohani. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar nilai-nilai yang diperoleh dalam Bimtal dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun keluarga.