WhatsApp Image 2026-03-10 at 14.14.31.jpeg

pa-bangkinang.go.id

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang penuh makna serta meningkatkan kualitas spiritual aparatur, Pengadilan Agama Bangkinang secara rutin melaksanakan kegiatan ibadah bersama pada waktu siang hari. Pada Selasa, 10 Maret 2026, seluruh aparatur Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Ramadan yang meliputi salat Zuhur berjamaah, kultum (kuliah tujuh menit), serta tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan di lingkungan kantor Pengadilan Agama Bangkinang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan, para hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Bangkinang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan di antara seluruh aparatur selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Pada kesempatan tersebut, kultum Ramadan disampaikan langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Bangkinang, Dr. Hasan Nul Hakim, S.H.I., M.A. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema mengenai keteladanan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Sya’ban, yang memberikan pelajaran berharga tentang kesungguhan dalam beribadah dan pentingnya memanfaatkan waktu untuk berbuat kebaikan.

Dalam penyampaiannya, Dr. Hasan Nul Hakim menjelaskan bahwa para sahabat Nabi merupakan generasi terbaik umat Islam yang memiliki akhlak mulia, keteguhan iman, serta pengabdian yang luar biasa dalam mendukung perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Kisah kehidupan para sahabat menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam untuk meneladani nilai-nilai keimanan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kisah yang beliau sampaikan adalah mengenai detik-detik menjelang wafatnya sahabat Nabi Sya’ban. Ketika berada dalam keadaan sakaratul maut, Sya’ban mengucapkan beberapa kalimat yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa heran. Ia berkata, “Mengapa tidak lebih jauh, aduh mengapa tidak yang baru, aduh mengapa tidak semua.”

Ucapan tersebut kemudian ditafsirkan sebagai bentuk penyesalan seorang hamba yang merasa masih kurang dalam berbuat kebaikan selama hidupnya. “Mengapa tidak lebih jauh” dimaknai sebagai penyesalan karena belum melakukan lebih banyak amal dan pengorbanan di jalan Allah. “Mengapa tidak yang baru” menggambarkan keinginan untuk terus memperbanyak amal kebaikan dengan semangat yang baru dan lebih baik. Sedangkan kalimat “mengapa tidak semua” menunjukkan penyesalan karena tidak sepenuhnya memanfaatkan seluruh kesempatan hidup untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

Melalui kisah tersebut, Ketua PA Bangkinang mengajak seluruh aparatur untuk mengambil hikmah bahwa waktu yang dimiliki manusia di dunia sangatlah terbatas, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan amal saleh, memperbaiki diri, serta memberikan manfaat bagi orang lain.

Beliau juga menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga mengajarkan umat Islam untuk memperkuat kesabaran, meningkatkan keikhlasan, serta memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah pelaksanaan kultum, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh aparatur Pengadilan Agama Bangkinang. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan terlihat ketika para pegawai bersama-sama membaca dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk upaya meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Bangkinang dapat semakin memperkuat spiritualitas, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan penuh nilai-nilai moral di lingkungan Pengadilan Agama Bangkinang.(ITK/TimITPABkn)