WhatsApp Image 2026-03-17 at 08.27.07.jpeg

pa-bangkinang.go.id

Suasana Ramadan di lingkungan Pengadilan Agama Bangkinang terasa semakin khidmat pada Senin, 16 Maret 2026. Seperti kegiatan yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadan, seluruh pegawai mengikuti salat Zuhur berjamaah yang dilaksanakan di musala kantor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan rohani bagi aparatur pengadilan agar tetap menjaga nilai-nilai spiritual di tengah pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustazah Hadiati Nurul Khusnah, yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Darun Nadho Bangkinang. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi yang mengangkat tema “Keutamaan Doa di 10 Hari Terakhir Ramadan.” Tausiyah ini disampaikan dengan penuh hikmah dan mengajak para pegawai untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah, terutama dalam memperbanyak doa pada penghujung Ramadan.

Dalam penyampaiannya, ustazah menjelaskan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada waktu inilah terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak amal ibadah lainnya agar mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Beliau juga mengingatkan bahwa doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungan kepada Sang Pencipta. Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, setiap muslim dianjurkan untuk memohon ampunan, memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta berharap dapat dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengadilan Agama Bangkinang, Dr. Hasan Nul Hakim, S.H.I., M.A., turut memberikan arahan kepada seluruh pegawai yang hadir. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan selama Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan.

Beliau juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang diajarkan dalam ajaran Islam diharapkan dapat tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas di lingkungan kerja.

Para pegawai yang hadir mengikuti tausiyah tersebut dengan penuh perhatian dan khidmat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat spiritual di lingkungan kerja.

Dengan terselenggaranya kegiatan tausiyah Ramadan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius terus tumbuh di lingkungan Pengadilan Agama Bangkinang. Selain menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara, para pegawai juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kewajiban pekerjaan dan peningkatan kualitas ibadah selama bulan Ramadan yang penuh berkah.(ITK/TimITPABkn)