Ujung Tanjung –10/08/2026. Pengadilan Agama (PA) Ujung Tanjung Kelas IB kembali menggelar agenda rutin Pembinaan Mental (Bintal) bagi seluruh aparatur peradilan. Kegiatan pembinaan rohani ini berlangsung secara khidmat dan penuh kekhusyukan bertempat di Mushola Al-Inayah PA Ujung Tanjung.

Kegiatan bintal ini diikuti oleh jajaran pimpinan, para hakim, pejabat kepaniteraan dan kesekretariatan, staf pelaksana, hingga PPPK di lingkungan PA Ujung Tanjung Kelas IB. Agenda ini menjadi wadah strategis dalam memperkokoh ketahanan spiritual serta menjaga integritas moral seluruh pegawai di tengah padatnya dinamika tugas kedinasan.

Bertindak sebagai penceramah pada kesempatan ini adalah Al Ustadz Muhammad Kamaruzzaman, S.H. Dalam tausiyahnya, beliau membawakan materi bertema "Hakikat Sabar dan Syukur ".

Dalam pemaparannya, Muhammad Kamaruzzaman menekankan bahwa sabar merupakan pilar utama seorang mukmin dalam merespons ketetapan Allah SWT. Untuk mengilustrasikan tingkatan sabar yang tertinggi, beliau mengangkat kisah penuh hikmah dari masa generasi terdahulu (salafush shalih) mengenai seorang hamba yang diuji dengan berbagai keterbatasan fisik dan musibah berat:

"Dikisahkan ada seorang hamba yang mengalami musibah hingga kedua matanya buta, kedua tangannya terputus (cacat), dan anggota tubuhnya lumpuh. Namun, dari lisannya tidak pernah berhenti terucap kalimat pujian dan syukur kepada Allah SWT. Ketika ditanya mengapa ia tetap bersyukur di tengah ujian fisik yang sedemikian berat, ia menjawab dengan penuh keyakinan: 'Aku bersyukur karena Allah masih menyisakan lisan yang senantiasa berdzikir kepada-Nya dan hati yang senantiasa mengenal serta mengingat keagungan-Nya.' "

Muhammad Kamaruzzaman menegaskan bahwa kisah tersebut mengandung pesan moral yang sangat mendalam bagi seluruh aparatur peradilan. Jika seseorang yang kehilangan nikmat fisik sebesar itu masih mampu bersabar dan bersyukur, maka sudah sepatutnya aparatur peradilan yang dianugerahi kelengkapan fisik, kesehatan, dan amanah jabatan senantiasa bersabar saat menghadapi beban kerja, tekanan pelayanan, maupun ujian pribadi.

Melengkapi tausiyahnya, penceramah mengutip sabda Rasulullah SAW mengenai kedudukan dan keutamaan orang yang bersabar atas cobaan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis shahih:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesulitan ia bersabar, maka itu pun baik baginya."

(HR. Muslim no. 2999)

Beliau juga mengutip hadis tentang jaminan kemuliaan bagi orang yang melatih dirinya untuk bersabar:

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

"Dan tidaklah seseorang dianugerahi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas (manfaatnya) daripada kesabaran."

(HR. Bukhari no. 1469 & Muslim no. 1053)

Di akhir tausiyah, Ustadz Muhammad Kamaruzzaman mengajak seluruh jajaran PA Ujung Tanjung untuk mengimplementasikan sifat sabar dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi peradilan—baik dalam melayani para pencari keadilan dengan ramah dan ikhlas, maupun dalam menjaga integritas dari segala bentuk godaan yang menyimpang.

Acara pembinaan mental di Mushola Al-Inayah ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Ujung Tanjung Kelas IB senantiasa dilimpahkan keteguhan iman, kesabaran yang lapang, serta keberkahan dalam menjalankan amanah penegakan hukum dan keadilan.( ptip )