Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

 

Usai pelaksanaan Apel Senin Pagi, Senin (24 Agustus 2026), kegiatan di Pengadilan Tinggi Agama  Pekanbaru dilanjutkan dengan Pembinaan Mental yang bertempat di Ruang H. Busthanul Arifin PTA Pekanbaru. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh aparatur PTA Pekanbaru dengan menghadirkan Hakim Tinggi PTA Pekanbaru, Dr. H. Barmawi, M.H., sebagai pemateri.

Pada kesempatan tersebut, Dr. H. Barmawi, M.H. menyampaikan materi bertajuk “Lima Landasan Hidup” yang bersumber dari pesan-pesan dalam Surah Al-Mudassir. Materi disampaikan sebagai pengingat sekaligus bekal bagi seluruh aparatur agar dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari senantiasa berpegang pada nilai keimanan, kesucian jiwa, serta keteguhan dalam berbuat kebaikan.

Mengawali penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa Surah Al-Mudassir merupakan salah satu surah yang turun setelah wahyu pertama, yakni Surah Al-'Alaq ayat 1–5. Dalam Surah Al-Mudassir terdapat pesan penting yang menjadi landasan bagi Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dakwah, sekaligus menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Pertama, memperkuat tauhid. Tauhid menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas kehidupan. Dengan tauhid yang kuat, seseorang akan menyadari bahwa segala sesuatu yang dilakukan pada hakikatnya terjadi atas izin Allah SWT. Karena itu, manusia harus berusaha secara maksimal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Kedua, menyucikan jiwa. Kebersihan jiwa menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang baik. Dalam setiap perbuatan dan tindakan, seseorang perlu menjaga kebersihan hati dan niat agar apa yang dilakukan senantiasa berada dalam jalan kebaikan. Jiwa yang bersih akan mendorong seseorang untuk bertindak dengan ikhlas, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Ketiga, meninggalkan perbuatan dosa. Setiap insan hendaknya senantiasa berusaha menjauhi perbuatan yang dilarang Allah SWT. Dosa dapat meninggalkan bekas dalam hati dan memengaruhi kualitas kehidupan seseorang. Oleh karena itu, menjaga diri dari perbuatan dosa merupakan bagian penting dalam membangun pribadi yang berintegritas.

Keempat, tidak mengharapkan balasan atas kebaikan yang dilakukan. Dalam berbuat baik dan membantu sesama, hendaknya seseorang tidak mengharapkan imbalan dari manusia. Semakin banyak seseorang memberikan manfaat kepada orang lain, semakin banyak pula kebaikan yang akan mengiringi kehidupannya. Apa yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan dari Allah SWT dengan cara dan waktu yang terbaik.

Kelima, bersabar dalam menjalankan kebaikan. Setiap aktivitas yang diniatkan karena Allah SWT membutuhkan kesabaran. Dalam menjalankan kebenaran, seseorang harus mampu saling mengingatkan dan menguatkan dalam kesabaran. Kesabaran menjadi kunci agar seseorang tetap teguh menjalankan amanah meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kegiatan Pembinaan Mental ini, diharapkan seluruh aparatur PTA Pekanbaru tidak hanya semakin memahami nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas. Keimanan yang kuat, jiwa yang bersih, menjauhi dosa, keikhlasan dalam berbuat baik, serta kesabaran diharapkan dapat menjadi landasan dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tugas secara profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.

Pembinaan mental ini juga menjadi momentum untuk terus mengingatkan seluruh aparatur bahwa keberhasilan dalam menjalankan amanah bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dan profesionalitas, tetapi juga oleh kekuatan iman dan ketulusan hati dalam setiap pengabdian.