Tembilahan – Pengadilan Agama (PA) Tembilahan melaksanakan briefing pagi pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) PA Tembilahan. Kegiatan tersebut diikuti oleh petugas PTSP, Pos Bantuan Hukum (Posbakum), dan tenaga keamanan PA Tembilahan sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Briefing pagi dipimpin oleh Sekretaris PA Tembilahan, Nur Syahidi, S.H.I., M.H. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta briefing untuk senantiasa mengedepankan ketulusan, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Nur Syahidi menekankan pentingnya menyelaraskan antara apa yang disampaikan dalam pelayanan dengan ketulusan yang ada di dalam hati. Menurutnya, pelayanan hendaknya dilaksanakan dengan keikhlasan dan kesungguhan, bukan semata-mata karena kewajiban atau keterpaksaan. Sikap tulus dalam memberikan pelayanan diharapkan menjadi bagian dari nilai yang terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Selain ketulusan, profesionalisme juga menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam briefing. Setiap petugas diharapkan mampu memusatkan perhatian pada tugas ketika berada di lingkungan kerja serta menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat berkembang menjadi budaya kerja yang baik dan disiplin di lingkungan PA Tembilahan.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Syahidi juga mengingatkan pentingnya setiap individu memiliki prinsip dan identitas yang baik dalam menjalankan tugas. Lingkungan kerja hendaknya menjadi tempat untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif. Kebiasaan yang kurang baik jangan sampai dibiarkan berkembang dan akhirnya menjadi budaya dalam lingkungan kerja.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seluruh peserta briefing juga diharapkan memiliki inisiatif dan kepedulian. Petugas diminta untuk tanggap ketika melihat masyarakat membutuhkan bantuan dan memberikan pertolongan tanpa harus menunggu masyarakat meminta terlebih dahulu. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan yang lahir dari kepedulian dan ketulusan.

Lebih lanjut, briefing pagi menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan dan kesiapan dalam melaksanakan tugas. Setiap petugas diharapkan sudah siap menjalankan tugas ketika waktu pelayanan dimulai, sehingga pelaksanaan pelayanan dapat berjalan dengan tertib dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara optimal.

Melalui briefing pagi tersebut, PA Tembilahan terus mendorong terciptanya budaya kerja yang disiplin, profesional, responsif, dan berintegritas. Seluruh peserta diajak untuk memulai perubahan dari diri sendiri, membangun kebiasaan positif, serta bersama-sama menjaga kualitas pelayanan agar semakin baik.

Kegiatan briefing kemudian ditutup dengan ajakan untuk mengawali pelayanan dengan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.