Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan pembinaan mental sebagai agenda rutin setiap hari Senin, Senin (21/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang H. Busthanul Arifin PTA Pekanbaru tersebut diikuti oleh seluruh aparatur PTA Pekanbaru. Pembinaan mental kali ini disampaikan oleh Hakim Tinggi PTA Pekanbaru, Drs. H. M. Nasrul K., S.H., M.H., dengan mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW”. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Pada kesempatan tersebut, pembinaan juga diawali dengan pembacaan dan pemaknaan Surah Al-Insyirah, khususnya tentang bagaimana Allah SWT memberikan kelapangan kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tantangan dan beban perjuangan. Salah satu nilai yang ditekankan adalah bahwa Allah SWT membekali Rasulullah SAW dengan kelapangan hati. Kelapangan hati menjadi salah satu unsur penting dalam meraih kebahagiaan. Dengan hati yang lapang, seseorang akan lebih mampu menerima keadaan, menghadapi persoalan dengan tenang, serta senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Disampaikan pula pentingnya membangun kehidupan dengan kejujuran dan rasa syukur, serta terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Keimanan yang kuat akan menjadi landasan bagi seseorang dalam menjalani kehidupan dengan lebih tenang, terarah, dan penuh keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT. Dalam pembinaan tersebut juga ditekankan bahwa kemuliaan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan jabatan yang dimilikinya. Jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sedangkan kemuliaan di hadapan Allah SWT ditentukan oleh keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang baik.

Oleh karena itu, setiap aparatur diharapkan dapat terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, menjaga kejujuran, memperkuat rasa syukur, serta menjalankan amanah dengan penuh integritas. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembinaan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Melalui pembinaan mental ini, diharapkan seluruh aparatur PTA Pekanbaru semakin memiliki kelapangan hati, keteguhan iman, kejujuran, rasa syukur, dan akhlak yang baik, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan pembinaan mental ditutup dengan harapan agar seluruh aparatur senantiasa mendapatkan kemudahan, kelapangan hati, dan keberkahan dalam menjalankan setiap amanah, sehingga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi bagian dari budaya kerja dan kehidupan sehari-hari di PTA Pekanbaru.