Dumai | ww.pa-dumai.go.id

Mediasi adalah upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua belah pihak.

Dasar hukum pelaksanaan Mediasi di Pengadilan adalah  Peraturan Mahkamah Agung RI No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan yang merupakan hasil revisi dari Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 1 Tahun 2008 , di mana dalam PERMA No. 1 Tahun 2008 masih terdapat banyak kelemahan-kelemahan Normatif yang membuat PERMA tersebut tidak mencapai sasaran maksimal yang diinginkan, dan juga berbagai masukan dari kalangan hakim tentang permasalahan permasalahan dalam PERMA tersebut.

Kunci keberhasilan perkara melalui mediasi yang pertama adalah dari hakim yang menangani perkara tersebut, yang kedua dari para pengacara yang mendorong agar perkara bisa melalui mediasi atau jalan damai dan yang ketiga dari masyarakat sendiri, ada atau tidak kemauan untuk berdamai. Demikian disampaikan oleh Ketua Kamar Perdata Mahkamah Agung RI Suwardi SH, MH ketika memberikan pidato pembukaan Workshop Internasional Mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong pada Rabu (21/8/2013) pagi.

Hari Rabu (05/05/2021) pagi dalam proses mediasi dalam perkara Harta Bersama dengan Nomor Register 219/Pdt.G/2021 dengan mediator Dra. Hj. Rukiah Sari, S.H. telah berhasil dengan penandatanganan Akta Perdamaian oleh kedua belah pihak. Dalam perkara Harta Bersama ini, kedua belah pihak sepakat memberikan harta yang diperoleh Penggugat dan Tergugat selama masa perkawinan kepada anak penggugat dan tergugat.

Selanjutnya, pada ruangan yang berbeda juga berlangsung mediasi perkara Cerai Gugat nomor register 214/Pdt.G/2021/PA.Dum oleh hakim mediator Khoiriyah Roihan, S.Ag.,M.H. Proses mediasi awalnya berlangsung cukup rumit hingga akhirnya penggugat dan tergugat sepakat dalam hal pengasuhan anak.

Dengan ini, maka terhitung jumlah keberhasilan mediasi di Pengadilan Agama Dumai selama periode tahun 2021 berjumlah 16 perkara. Dengan rincian 2 perkara damai dengan Akta Perdamaian, 11 perkara Berhasil Sebagian dan 3 perkara berhasil dengan Pencabutan. Ini merupakan bukti dari komitmen hakim yang sudah melaksanakan rapat terbatas untuk terus berupaya mengoptimalkan keberhasilan mediasi perkara.

***(Tim Redaksi PA Dumai)***